efect api


Minggu, 18 November 2012

makalah protozoa


PROTOZOA
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Mata Kuliah Zoologi Invertebrata
Dosen : Sumiyati Sa’adah, M.Si








Disusun Oleh :
Nama :Darul Palah
Nim : 1210206022
Kelas : A




FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011
 

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Karena atas karunia dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhamad saw. Makalah ini kami sampaikan kepada dosen mata kuliah Zoologi Invertebrata untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Zoologi Invertebrata.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah  Zoologi Invertebrata yang telah membimbing dan mencurahkan ilmu kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya, walaupun dalam proses penyusunannya kami mengalami berbagai kesulitan, seperti terbatasanya referensi.
Tetapi sangat dimungkinkan dalam penyusunannya masih banyak kekurangan, baik dalam penyajian materi maupun dalam penulisan, untuk itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan.Kami berharap, mudah-mudahan makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Bandung, 17 Desember 2011


Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................. ii
BAB  I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .......................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................... 1
C.     Tujuan Pembahasan................................................................... 1
D.    Manfaat Pembahasan................................................................ 2
BAB  II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Protozoa................................................................... 3
B.     Karakteristik Protozoa............................................................... 3
C.     Pengelompokkan Filum Protozoa.............................................. 6
BAB  III KESIMPULAN..................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 16




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Banyak sekali organisme mikroskopis yang dalam hidupnya tidak pernah melalui stadium multisel. Tubuh organisme semacam ini merupakan suatu massa protoplasma tunggal yang berupa sel saja, hanya terbagi menjadi sitoplasma dan nukleus. Organisme-organisme ini disebut organisme uniseluler, yaitu sel tunggal yang hidup sendiri dengan bebas. Organisme ini dapat berupa tumbuhan maupun hewan, dengan tanda-tanda spesifik sebagai pembeda. Ada kalanya organisme uniseluler tertentu sukar ditentukan penggolongannya, kadang dapat digolongkan ke dalam tumbuhan, dan kadang digolongkan ke dalam hewan.
Saat ini terdapat kesamaan pendapat, bahwa istilah tumbuhan dan hewan sukar digunakan bagi organisme uniseluler, karena adanya kesamaan-kesamaan di dalam semua organisme tersebut. Timbullah gagasan untuk menyebut organisme uniseluler tersebut dengan Protista.
Protista terbagi menjadi 3, yaitu Protista mirip hewan (Protozoa), Protista mirip tumbuhan (Algae) dan Protista mirip jamur.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan masalah yang timbul sebagai berikut :
1.      Apa itu Protozoa?
2.      Bagaimana karakteristik dari organisme Protozoa?
3.      Bagaimana pengelompokan dari Protozoa ?

C.    Tujuan Pembahasan
Tujuan dari dilakukannya pembahasan materi ini diantaranya adalah untuk menjawab rasa ingin tahu kami mengenai rumusan masalah yang tersebut di atas, yaitu :
1.      Mengetahui apa itu Protozoa.
2.      Mengetahui karakteristik dari organisme Protozoa.
3.      Mengetahui pengelompokan dari Protozoa.
D.    Manfaat Pembahasan
Dengan dilakukannya pembahasan mengenai Protozoa ini selain untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Zoologi Invertebrata, juga diharapkan menambah pengetahuan serta memperluas cakrawala saya sebagai mahasiswa dalam hal kebiologian.

BAB II
PEMBAHASAN
PROTOZOA
A.    Pengertian Protozoa
Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama.[1] Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.[2] Protozoa merupakan Protista yang ciri-cirinya menyerupai hewan. Nama protozoa itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon/zoion yang artinya hewan. Sampai sekarang, sekitar 50.000 spesies protozoa telah dideskripsikan.[3]

B.     Karakteristik Protozoa
a.      Ciri-ciri umum :
1.      Organisme uniseluler (bersel tunggal).
2.      Eukariotik (memiliki membran nukleus).
3.      Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
4.      Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
5.      Hidup bebas, saprofit atau parasit.
6.      Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup.
7.      Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella.
b.      Tempat Hidup
Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. Pada umumnya berkembangbiak dengan membelah diri.[4]
 Protozoa memiliki ciri khas sebagai berikut :
1.      Heterotrof
Protozoa merupakan organisme heterotrof. Protozoa makan dengan cara menelan bakteri, jenis protozoa lain, atau detritus (materi organik dari organisme mati).
2.     Di perairan, protozoa adalah penyusun zooplankton.
3.     Makanan protozoa seperti bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organik dari organisme mati).
4.      Tidak memiliki dinding sel
Protozoa umumnya tidak tidak memiliki dinding sel. Tubuhnya dipisahkan dari lingkungan luar oleh membran sel. Membran ini memiliki komposisi yang bervariasi, biasanya mengandung silika atau kalsium karbonat.
5.      Berukuran mikroskopis
Sebagian besar Protozoa merupakan organisme mikroskopik, namun beberapa memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, sehingga dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop.
Ukuran protozoa bervariasi, yaitu mulai kurang dari 10 mikron dan ada yang mencapai 6mm, meskipun jarang.[5]
6.      Memiliki alat gerak
Umumnya, anggota protozoa dapat bergerak dengan bebas. Alat geraknya yang berupa bulu getar (silia), bulu cambuk (flagel), dan kaki semu (pseudopodia).
7.      Hidup bebas atau sebagai parasit
Protozoa ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup sebagai parasit. Protozoa yang hidup bebas dapat ditemukan di habitat air laut, perairan tawar dan tanah yang lembab. Protozoa yang melayang-layang di air biasa disebut plankton atau zooplankton. Beberapa protozoa parasit menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.
8.      Memiliki fase aktif dan dorman.
Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista/kista.
Bentuk tropozoit terbentuk selama kondisi lingkungan memungkinkan untuk mencari makan dan bereproduksi. Jika kondisi tidak memungkinkan bagi kehidupan tropozoit, protozoa akan membentuk sista. Pada saat dalam bentuk sista, protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.[6]





C.    Pengelompokan Protozoa
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya:[7]
a.      Cilliata
Cilliata berasal dari kata cillia yang berarti bulu getar (silia). Jadi cilliata merupakan organisme yang tubuhnyaditumbuhi bulu getar atau sillia. Fungsi bulu getar atau silia yaitu untuk bergerak dan mencari makan.[8]
Siliata banyak terdapat di laut yang mengandung zat organik tinggi dan peraairan tawar seperti sawah, rawa dan tanah berair.
Karakteristik utama dari siliata adalah alat getar berupa bulu getar (silia) pada seluruh permukaan tubuhnya. Silia ini pada sejumlah spesies diubah menjadi gelang, bulu kejut, dan jambul. Selain untuk alat gerak, silia juga berfungsi untuk menangkap makanan.
Karakteristik unik yang dimiliki siliata adalah adanya dua jenis inti pada setiap individu. Nukleus besar disebut makronukleus, dan nukleus kecil dinamakan mikronukleus. Biasanya dalam satu individu, mikronukleus berjumlah lebih banyak daripada makronukleus. Makronukleus berperan dalam pengaturan sel, pertumbuhan, dan perkembangbiakan.
Adapun mikronukleus berperan dalam reproduksi seksual. Bahan inti mikronukleus dipertukarkan ketika terjadi konjugasi.[9]
Silia merupakan kelompok terbesar di Fillum Protozoa dengan jumlah anggota mencapai 8000 spesies.
Beberapa contoh siliata :
a.      Paramecium caudatum
Bentuk tubuhnya seperti sendal dengan permukaan tubuh dipenuhi silia sebagai alat gerak. Bagian posterior meruncing dan bagian anterior tumpul.[10]
 





Paramecium caudatum
Perkembangbiakan Paramecium adalah dengan cara:
Ø  Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus.
Ø  Seksual atau perkembangbiakan secara kawin. Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya.[11]
b.      Stylonichia sp
Bentuk tubuhnya mirip dengan Paramecium sp namun silianya berkelompok dinamakan sirus dengan bentuk seperti duri-duri. Hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik.
c.       Vorticella sp
Bentuknya seperti lonceng, bertangkai panjang dengan sillia di sekitar mulutnya. Hidupnya berkoloni.
d.      Balantidium coli
Bentuknya bulat telur. Hidup di usus babi, bisa juga pada manusia. Dapat juga menyebabkan diare, disebut balantidias.
e.       Stentor sp
Bentuknya seperti terompet dengan tangkai yang panjang dan silia di sekitar mulutnya. Stentor hidup menetap di dasar perairan.[12]

b.      Rhizopoda atau Sarkodina
Rhizopoda berasal dari kata  rhizao yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Jadi rhizopoda artinya kaki yang berbentuk seperti akar. Fillum rhizopoda disebut juga sarcodina yang berasal dari kata Sarcodes yang berarti daging, karena bentuknya yang seperti gumpalan daging. Rhizopoda/sarcodina bergerak dengan menggunakan kaki semu atau pseudopodia yang merupakan bentuk penonjolan atau penjuluran dari protoplasmanya. Pseudopodia pada rhizopoda ada beberapa tipe :
a.      Tipe Lobadia
Ujung penjulurannya tumpul seperti tabung dan protoplasmanya terdiri atas ektoplasma dan endoplasma.
b.      Tipe Filopodia
Ujung penjulurannya runcing dan biasanya bercabang. Protoplasmanya tersusun dari ektoplasma dan plasma saja.
Selain digunakan untuk bergerak, pseudopodia memang digunakan untuk menangkap mangsa. Makanan rhizopoda berupa organisme kecil-kecil seperti bakteri, alga, bahkan protozoa lain.
Contoh rhizopoda yang paling terkenal adalah Amoeba sp. Secara struktural Amoeba dilimdungi oleh membran sel dan di dalam sitoplasmanya terdapat organel seperti nukleus, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan. Ukuran tubuh Amoeba berkisar antara 200-300 mikron. Amoeba ada yang hidup di luar tubuh organisme (ektoamoeba) misalnya Amoeba proteus. Namun ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme (entamoeba) misalnya Entamoeba histolytica yang sifatnya parasit dalam tubuh manusia.
Respirasi Amoeba dilakukan secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Proses pencernaannya dilakukan secara fagositosis dan makanannya berupa alga, bakteri, protozoa lain, dan tumbuhan yang sudah mati. Reproduksinya dilakukan secara vegetatif dengan membelah diri.
Adapun jenis rhizopoda lain adalah :
a.       Arcella sp
Terdapat di air tawar, bentuknya seperti arloji, dan mempunyai rangka luar dari zat kitin.
b.      Diflugia sp
Terdapat di air tawar, bentuknya lebih panjang dari Arcella dan tubuhnya dapat mengeluarkan lendir untuk melekatkan pasir
c.       Entamoeba coli
Hidup dalam usus besar manusia, membantu pembusukan sisa-sisa makanan dan pembentukkan vitamin K. Namun kadang-kadang dapat menyebabkan diare.
d.      Entamoeba gingivalis
Hidup dalam rongga mulut, di sela-sela gigi dan gusi, dan dapat menyebabkan penyakit pada gusi (ginggivitis)
e.       Foraminifera
Hidup di laut, rangka luar tubuhnya tersusun dari zat kapur atau silika. Foraminifera yang telah mati akan membentuk endapan yang disebut tanah globigerina dan dijadikan petunjuk adanya minyak bumi.
f.       Radiolaria (Heliospera)
Terdapat di laut, rangka luar tubuhnya tersusun dari zat kersik. Endapan rangka tubuhnya membentuk tanah radiolaria dan digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. [13]

 







Sebagian kecil rhizopoda yang hidup sebagai parasit adalah Entamoeba histolytica dan Entamoeba Coli yang menyebabkan diare pada manusia.
Di dalam bagian sel amoeba terdapat vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola makan berfungsi sebagai alat pencernaannya. Adapun vakuola kontraktil berguna sebagai organ ekskresi untuk mengeluarkan zat sisa makanan dan juga untuk menjaga tekanan osmosis sel.[14]

c.       Flagellata atau mastigofora
Flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti bulu cambuk. Jaadi, organisme yang termasuk fillum Flagellata semuanya memiliki bulu cambuk . fillum flagellata disebut juga mastigophora (mastix : bulu cambuk dan phoros : membawa). Flagel atau bulu cambuk selain sebagai alat gerak juga berfungsi untuk alat peraba dan alat penangkap makanan.[15]
Flagel juga berfungsi sebagai alat indera. Kelompok flagellata merupakan kelompok protozoa yang unik. Beberapa anggotanya memiliki klorofil sehingga ada yang mengelompokkannya ke dalam alga. Berdasarkan ada tidaknya klorofil, flagellata dibagi menjadi fitoflagellata dan zooflagellata.

Fitoflagellata
Merupakan anggota flagellata yang dapat melakukan fotosintesis. Contoh fitoflagellata adalah Euglena viridis, Dinoflagellata dan Volvox.
·         Euglena
Ciri utama Euglena adalah adanya satu atau dua flagel berukuran panjang di bagian ujung anterior. Euglena memiliki keunikan dengan adanya alat penerima cahaya (fotoreseptor) berwarna merah yang disebut dengan stigma. Fotoreseptor ini berfungsi sebagai alat indra yang membedakan gelap dan terang.
 







                                    Euglena viridis
·         Dinoflagellata
Dinoflagellata umumnya merupakan organisme uniseluler dengan dua flagel yang akan lepas ketika dia membentuk kista. Ada pula Dinoflagellata yang kehilangan flagelnya dan menjadi nonmotil. Beberapa spesies Dinoflagellata mengeluarkan pendar cahaya dari tubuhnya.
·         Volvox
Merupakan fitoflagellata berbentuk tubuh bulat dengan dua atau empat flagel pada setiap selnya. Flagel-flagel ini dihubungkan oleh rantai protoplasma.

Zooflagellata
Zooflagellata merpakan flagellata yang tidak memiliki klorofil. Contoh yang terkenal dari zooflagellata adalah Trypanosoma dan Leishmania yang bersifat parasit pada manusia dan hewan.
·         Trypanosoma
Trypanosoma memiliki tubuh berbentuk pipih panjang seperti daun. Infeksi karena Trypanosoma disebut tripanosomiasis. Trypanosoma memiliki hospes perantara hewan-hewan pengisap darah.
·         Leishmania
Leishmania menyebabkan penyakit pada sel endotelium pembuluh darah. Infeksi karena Leishmania disebut leishmaniasis.
d.      Sporozoa atau apikompleksa
Yaitu protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Sporozoa atau apikpompleksa merupakan golongan protista yang tidak memiliki alat gerak khusus. Gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah kedudukan tubuhnya.
Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan maupun manusia dengan menyerap makanan dari dalam tubuh inangnya. Salahsatu jenis sporozoa yang hidup sebagai parasit adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria. Penyebaran penyakit malaria terjadi dengan bantuan nyamuk Anopheles betina yang banyak hidup di daerah rawa[16]
 









Siklus hidup plasmodium
Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel darah merah dan sel hati.
Dikenal ada 4 jenis Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu
1.      Plasmodium vivax
2.      Plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit malaria tertiana,
3.      Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria tropikana, dan
4.      Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana.
Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu di dalam tubuh manusia dan di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Tahukah anda mengapa penyakit malaria tersebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina? Tahap-tahap siklus hidup Plasmodium dapat dilihat pada gambar di atas.
1.      Fase dalam tubuh manusia (fase aseksual)
Ketika nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, melalui air liur, sporozoid Plasmodium (berbentuk pipih, bergerak) masuk ke dalam tubuh, mengikuti aliran darah hingga akhirnya mencapai sel-sel hati atau sistem limfa. Dalam sel-sel hati, sporozoid membelah membentuk sel-sel baru yang disebut merozoid. Merozoid dapat menginfeksi sel-sel hati yang lain dan menyerang eritrosit. Eritrosit yang diserang merozoid akan pecah. Merozoid akan membelah dengan sangat cepat, sehingga banyak sekali eritrosit yang pecah. Oleh karena itu, penderita akan menunjukkan gejala anemia. Pada saat eritrosit pecah, suhu tubuh penderita akan naik. Siklus pembentukan merozoid akan berulang setiap 48 atau 72 jam, atau dalam waktu tidak tentu bergantung pada jenis Plasmodium.
2.      Fase dalam tubuh nyamuk (fase seksual)
Fase seksual Plasmodium mulai terjadi ketika merozoid tumbuh menjadi sel penghasil gamet (gametosit). Terdapat dua macam gametosit, yaitu makrogametosit (penghasil gamet betina) dan penghasil mikrogametosit (penghasil gamet jantan). Gametosit ini hanya dapat dihasilkan dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Jadi, sekarang kalian mengetahui mengapa penyakit malaria ditularkan melalui vektor nyamuk Anopheles betina.[17]
BAB III
KESIMPULAN
Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista.
Ciri-ciri umum :
1.      Organisme uniseluler (bersel tunggal).
2.      Eukariotik (memiliki membran nukleus).
3.      Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
4.      Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
5.      Hidup bebas, saprofit atau parasit.
6.      Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup.
7.      Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella.
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya,
a.       Cilliata
b.      Rhizopoda
c.       Flagellata
d.      Sporozoa/Apikompleksa





DAFTAR PUSTAKA
Sumiati Sa’adah. 2010.Materi Pokok Zologi Invertebrata. Bandung
Anshori. Moch. 2009. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta ; Depdiknas
Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta; Balai Pustaka.
Ensiklopedi SAINS dan Kehidupan. Pusat Perbukuan Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pembukuan Dasar dan Menengah;Depdiknas. 2003
Pitriana, Pipit. 2008. Bioekspo;Menjelajah Alam dengan Biologi. Solo; Wangsa Jatra Lestari.
Pratiwi, D.A. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA. Jakarta;Erlangga.


http://searimba.blogspot.com


[1] Ensiklopedi SAINS dan Kehidupan. Pusat Perbukuan Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pembukuan Dasar dan Menengah;Depdiknas. 2003
[2] http://searimba.blogspot.com
[3] Pitriana, Pipit. 2008. Bioekspo;Menjelajah Alam dengan Biologi. Solo; Wangsa Jatra Lestari
[4] Op.Cit. http://searimba.blogspot.com
[5] ibid
[6] Pratiwi, D.A. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA. Jakarta;Erlangga.
[7] Op.Cit. http://searimba.blogspot.com
[8] Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta; Balai Pustaka.
[9] Op.Cit. Pitriana
[10] Op.Cit. Aziz, Abdul.
[11] http://www.EDU2000.com
[12] ibid
[13] Op.Cit Aziz Abdul
[14] Op.Cit Pitriana
[15] Op.Cit Aziz Abdul
[16] Op.cit. Pitriana.
[17] Anshori. Moch. 2009. Biologi 1; Untuk sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta; Depdiknas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar