efect api


Minggu, 18 November 2012

kepemimpinan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kepemimpinan mempunyai arti yang sangat beragam , bahkan dikatakan bahwa definisi kepemimpinan sama banyak dengan orang yang berusaha mendefinisikannya. Para peneliti biasanya mendefinisikan kepemimpinan sesuai dengan perspektif  individual  dan asfek dari penomena yang paling  menarik perhatian mereka.
Adapun kepemimpinan itu sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggerakan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasihati, membina, membimbing, melatih, menyuruh, memerintah, melarang dan bahkan menghukum seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan secar efektif dan efisien.
Dari pemaparan kepemimpinan diatas mungkinlah jelas tentang kepemimpinan, namun tentang model-model masih belum karena suatu model adalah suatu penelitian yang setiap saat bisa digugurkan antara satu model dengan model yang lain, karena sebuah model dalam kepemimpinan bersifat dinamis, dan mungkin hal inilah yang akan kita bahas dan menjadi pokok suatu permasalahan antara satu model dengan model yang lain. Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang model terbaru (sekarang) yakni model Transformatif, model yang dianggap lebih efektif dari model-model kepemimpinan sebelumnya.

B.     Tujuan Pengembangan Model
Adapun tujuan dari pengembangan model tranformatif ini yakni:
1.      Mengetahui dan mengerti tentang model kepemimpinan Transformatif.
2.      Mendeskripsikan model kepemimpinan transformatif.
3.      Mengerakkan atau mengarahkan personil dalam institusi menggunakan model transformatif guna menyelesaikan tugas sehingga tercapailah tujuannya.

BAB II
PEMBAHASAN

Kepemimpinan transformatif adalah kemampuan seorang pemimpin dalam bekerja dengan dan atau melalui orang lain untuk menstranformasikan secara optimal sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan sesuai dengan target capaian yang telah ditetapkan.
Kepemimpinan transformatif juga dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan dimana para pemimpin menggunakan kharisma mereka untuk melakukan transformasi dan merevitalisasi organisasinya. Akan tetapi, kepemimpinan transformatif berbeda dengan kepemimpinan kharismatik ala soekarno atau soeharto.
Para pemimpin yang transformatif lebih mementingkan revitalisasi para pengikut dan organisasinya secara menyeluruh. Pemimpin yang transformatif lebih memposisikan diri mereka sebagai mentor yang bersedia menampung aspirasi para bawahannya. Pemimpin yang transformatif lebih menekankan pada bagaimana merevitalisasi institusinya, baik dalam level organisasi maupun negara. Secara lebih detil, para pemimpin yang trasformatif memiliki ciri-ciri berikut.
·         Pertama,  Pemimpin yang Transformatif memiliki karisma yang dapat menghadirkan sebuah visi yang kuat dan memiliki kepekaan terhadap misi kelembagaannya.Ini berarti setiap gerak dan aktivitasnya senantiasa disesuaikan dengan visi dan misi organisasinya. Inilah yang dijadikan sebagai acuan untuk tetap konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakannya.
·         Kedua, Pemimpin yang Tranformstif senantiasa menghadirkan stimulasi intelektual. Artinya, mereka selalu membantu dan mendorong para pengikutnya untuk mengenali ragam persoalan dan cara-cara untuk memecahkannya.
·         Ketiga, pemimpin yang transformatif memiliki perhatian dan kepedulian terhadap setiap individu pengikutnya. Mereka memberikan dorongan, perhatian, dukungan kepada pengikutnya untuk melakukan hal yang terbaik bagi dirinya sendiri dan komunitasnya.
·         Keempat, pemimpin transformatif senantiasa memberikan motivasi yang memberikan inspirasi bagi pengikutnya dengan cara melakukan komunikasi secara efektif dengan menggunakan simbol-simbol, tidak hanya menggunakan bahasa verbal.
·         Kelima, mereka berupaya meningkatkan kapasitas para pengikutnya agar bisa mandiri, tidak selamanya tergantung pada sang pemimpin. Ini berarti pemimpin transformatif menyadari pentingnya proses kaderisasi dalam transformasi kepemimpinan berikutnya. Ini berbeda dengan model kepemimpinan karismatik yang memosisikan para pengikutnya tetap lemah dan tergantung pada dirinya tanpa memikirkan peningkatan kapasitas dari para pengikutnya.
·         Keenam, para pemimpin transformatif lebih banyak memberikan contoh ketimbang banyak berbicara. Artinya, Ada sisi keteladanan yang dihadirkan kepada para pengikutnya dengan lebih banyak bekerja ketimbang banyak berpidato yang berapi-api tanpa disertai tindakan yang konkrit.
Contoh pemimpin yang mempunyai model transformatif yaitu Barack Obama. Obama merupakan tipe pemimpin yang transformatif, bukan transaksional. Pemimpin transformatif bukan cuma dibentuk lewat pengalaman, tetapi sejatinya dilahirkan untuk memimpin.
Pemimpin transformatif dikaruniai kharisma. Pemimpin karismatis tecermin dari cahaya wajah, tutur bahasa, bahasa tubuh, kepemimpinan, dan intelektualitasnya. Pemimpin transformatif yang kharismatis memodali diri dengan gagasan ideal tentang bangsanya. Ia selalu berada dalam posisi berjuang di depan tanpa pernah meninggalkan yang di belakang.
Dalam perspektif kepemimpinan transformatif tadi, sekat yang membatasi antara peran kaum muda dan golongan tua justru menjadi jembatan dalam melakukan proses transformasi kepemimpinan.
Persoalan sesungguhnya justru terletak pada bagaimana membangun mekanisme dan sistem transformasi kepemimpinan. Hal itu hanya bisa berjalan jika ada visi dan konsistensi yang kuat dalam jiwa seorang pemimpin. Dan, itu bukan monopoli kaum tua atau kaum muda saja
Dari paparan keenam ciri pemimpin transformatif adalah didasari dengan spirit perubahan, maka dapat diringkas adanya esensi yang paling mendasar, yaitu pemimpin yang mempunyai konsistensi mewujudkan keadilan sisoal bagi masyarakatnya. Keadilan sosial itu akan terwujud bila mana pemimpin secara institusi mampu menghasilkan kebijakan sosial yang merepresentasikan segala isu-isu bersama, dengan perundang-undangan. Dan kebijakan sosial akan terlahir bila mana pemimpin mampu menyerap segala keluh masyarakat.
Lahirnya kebijakan pemerintah sekarang yang sering kali dirasa tidak berpihak pada masyarakat, dan banyaknya oposisi politik yang tidak jarang mengganggu kesetabilan roda pemerintahan, sudah menjadi bukti betapa sulitnya kita menemukan pemimpin yang transformatif tentunya yang juga mempunyai kharisma. Terlepas dengan konsep demokrasi, karena demokrasi bukanlah konsep untuk meluluhkan kharisma pemimpin.
Munculnya Megawati-Prabowo, SBY-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto yang kesemuanya berusia 60 tahun keatas, salah satu indikasi bahwa inilah pentas drama politik nasional kaum kemapanan akan lahir. Tentu harapan kita muncul pemimpin yang mempunyai spririt perubahan, energik, inovatif, mandiri dan berharisma (mampu menggiring masa dengan gagasannya). Dan karakter seperti itu sejatinya ada dikalangan muda.
Sebenarnya masih banyak cara lain untuk mewujudkan pemimpin transformatif di 2014, terutama kaum pegiat bangsa yang masih mempunyai semangat idealisme. Yaitu gerakan yang tersusun dengan apik. Kami  memfokuskan pada kalangan intelektual. Komunitas ini tidak akan bergerak sendiri, mereka pada umumnya mempunyai komunitas, seperti Perguruan Tinggi, OKP, LSM.



DAFTAR PUSTAKA


Ara hidayat, dkk. 2009.Pengelolaan Pendidikan.Bandung: Pustka Educa.
Kartono,Kartini.2005. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
http://uwiemolor.wordpress.com/2009/11/10/teori-teori-kepemimpinan/





















MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF


Disusun untuk memenuhi salah tugas mata kuliah
Pengelolaan Pendidikan



Description: D:\UIN BARU.png



Disususn oleh :

Alex Dzul Malik Parwasa   1210206006
Endah Hidayah                  1210206030
Intan Nisa                           1210206046


Pendidikan Biologi  A / III




FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar